01 Agustus 2017

Tahun 2018 Pindad Pasarkan Tank Medium

01 Agustus 2017


Tank medium Pindad-FNSS (photo : Army Recognition, image : FNSS)

Pindad Segera Pasarkan Tank Medium dengan Laras Kaliber 105 Milimeter

BANDUNG - PT Pindad (Persero) siap memasarkan produk tank medium dengan laras kaliber 105 Milimeter hasil kerja sama dengan perusahaan Turki FNSS mulai 2018 mendatang.  

“Tahun ini first article selesai, sehingga pada 2018 bisa mulai dipasarkan. Untuk sementara, pembahasan tentang pesanan ada dari TNI. Mereka sudah melakukan beberapa kali pembahasan. Mereka akan mengganti beberapa tank,” kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose di Kawasan PT Pindad, Kota Bandung, Senin (31/7/2017).

Kendati demikian, dia mengaku belum ada kepastian jumlah tank yang akan dipesan TNI. Namun, sebagai gambaran, kapasitas produksi tank medium oleh PT Pindad antara 15-20 unit per tahun. Khusus untuk TNI, Pindad mengaku akan melakukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan TNI.

“Memang ada beberapa permintaan user yang belum bisa diakomodir karena masih pengembangan bersama. Tetapi setelah first article selesai, kami akan ubah ikuti permintaan TNI,” jelas dia.

Menurut dia, harga tank medium tersebut berada di bawah harga tank Leopard, namun setara dengan harga tank buatan Korea Selatan. Dengan harga tersebut, diharapkan bisa menyaingi pasar produk sejenis.

Abraham menjelaskan, tank medium tersebut memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya cocok untuk infanteri dan kavaleri. Tank dilengkapi dengan laras kaliber 105 mm buatan PT Pindad. 

“Mesin kita masih total beli dari luar negeri. Tapi kalau desain, part supporting, dan lainnya itu dari kami semua,” jelas dia. Total kandungan komponen lokal pada produk tersebut saat ini mencapai 40%. (SindoNews)



Tank Buatan Indonesia-Turki Bakal Ikut Parade HUT TNI  

TEMPO.CO, BANDUNG -Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, prototipe tank medium buatan bersama Indonesia-Turki akan diperlihatkan saat Parade Hari Ulang Tahun TNI 5 Oktober 2017 nanti. “Kita membuat 2 prototipe, satu sudah selesai di Turki dan akan dibawa ke Indonesia untuk ikut Parade 5 Oktober,” kata Abraham di Bandung, 31 Juli 2017. 

Abraham mengatakan, tank yang dikembangkan bersama FNSS, produsen alutsista Turki itu selanjutnya akan menjalani uji senjata di Indonesia. “Selanjutnya akan melakukan ‘blasting-test’ di Indonesia,” kata dia.

Menurut Abraham, “blasting-test” itu untuk menguji kehandalan meriam kaliber 105 milimeter yang menjadi senjata utama tank tersebut. “Hasil ‘blasting-test’ kita akan lakukan koreksi hingga final. Nanti yang kita bangun di Pindad itu betul-betul sudah ‘first-article’, bukan prototipe,” kata dia. 

Abraham mengatakan, dalam kerjasama bersama FNSS itu, rencananya akan dibuat 2 prototipe. “Untuk pengembangan itu masing-masing (mengeluarkan) 150 miliar Dollar AS. Bukan dari Pindad tapi dari Kementerian Pertahanan,” kata dia. 

Satu prototipe yang sudah rampung sempat dipamerkan di Turki masih memerlukan melewati serangkaian proses uji coba, termasuk uji senjata. Rencananya tank medium buatan bersama Pindad-FNSS itu akan dilengkapi meriam utama 105 milimeter dan 2 senjata tambahan kaliber 7.62 milimeter dan 12,7 milimeter. “Prototipe yang akan ktia bangun di Indonesia itu sudah lengkap,” kata dia. 



Kelas tank medium itu dirancang berada di bawah main batle tank Leopard, yang dimiliki Indonesia. “Bisa dikatakan kelasnya di bawah Leopard, tapi manuvernya lebih bagus. Kemudian yang jadi patokan kita menggunakan (meriam) kaliber 105 milimeter. Ini sangat cocok untuk infanteri, kavaleri juga,” kata Abraham. 

Abraham mengatakan, pengembangan tank itu menggunakan pendanaan bersama Indonesia-Turki. “Karena kita kerjasama pendanaan bareng-bareng, keduanya punya kepentingan. Bahwa penetapan masin dari mereka, tapi tentu diskusi dengan kita. Memang ada beberapa permintaan user yang belum kita akomodir karena masih pengembangan bersama,” kata dia. 

Konten lokal tank buatan Pindad-FNSS itu ditargetkan menembus 40 persen. “Mesinnya masih Cartepilar. Kita harus akui mesin total beli dari sana. Tapi kalau bicara disain, dan part lain yang berupa suporting, sudah dari kita semua,” kata Abraham. 

Abraham mengaku, pemerintah sudah membahas recana pembelian tank tersebut. “Sudah ada pembahasan waktu itu,TNI akan mengganti, akan membentuk satuan mana, dan akan mengganti tank yang mana. Sudah ada pembicaraan,” kata dia. Sedikitnya, TNI akan memesan 20 unit tank tersebut. 

Soal harga, Abraham mengaku masih belum tahu. “Paling tidak (harganya) di bawah Leopard. Mungkin setara dengan Pandur buatan Chech, atau tank milik Korea yang terbaru,” kata dia. (Tempo)

19 komentar:

  1. Good and bring more Malays to be your shooting practice...tell me if it is very effective.
    Hahaha
    Better if you make ANAK PENEROKKA AKA IQRAM RAZULILI'S family as practice because they are suited for it and they are rats of Malays..
    Hahahhaha

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. don't talk like an animal Suwangdaruru, just talk like a human being...
      Don't be a dog if you feel your not an idiot...
      Barking is not allowed here.
      Hahahaha

      Hapus
    2. are you malaysian cainis right????not surpraise........wakakakakaka

      Hapus
  3. Maybe someday Philippin army will use it too...

    BalasHapus
    Balasan
    1. That idea is not fat fetched considering the challenge confronting our forces today, plus the the fact that Philippines has gotten familiar with Indonesian made hardwares.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. TEMPO ngawur tuh, masak iya '...150 miliar Dollar AS'. Duite mbahe thaa..? #cuk :p

    BalasHapus
  5. Wait,wait???? Aq makin panas hati dan iri lah....Wkwkwk

    BalasHapus
  6. I hope the Philippine Army would consider this on their modernization project...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes we have Horizon 2 modernization that will start in 2018

      Hapus
  7. This is a good candidate for Philippine army Light Battle Tank requirement

    BalasHapus
  8. This is a good candidate for Philippine army Light Battle Tank requirement

    BalasHapus
  9. pindad can produce this tank 20/year

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu kalo kapasitas sekarang.
      6-8 tahun lg ketika siap produksi massal.
      kalo permintaan tinggi hrs bangun pabrik baru biar bisa sebulan 20😛.

      Hapus
  10. Anoa nambah
    Badak order
    Plus medium tank ini,..
    Kebayang butuh berapa tahun buat gantiin and 300an biji

    BalasHapus
  11. why hurry? take a look altay still not ready yet to sale or even produce lol.

    BalasHapus